Pendamba redha-Nya

Pendamba redha-Nya

~ Music @ DimensiTintaku . .

Saturday, May 14, 2011

:: Subhanallah.. Indahnya Islam. ^^ ::

Saya sangat tertarik dengan satu artikel yang saya baca hasil jelajahan ke Blog Penyuburan Islam UPSI (http://blog.upsi.edu.my/heai/2009/08/28/niat-berbuat-baik-sudah-dapat-pahala-apatah-lagi-mengerjakannya/), yang menceritakan bab NIAT. Di sini saya ingin kongsikan intipati artikel berkenaan. Selamat membaca.  ^^

"sehari secangkir ilmu, insyaAllah"   =)


Apabila manusia berniat untuk melakukan satu perbuatan baik, Allah tetap menuliskan satu perbuatan baik untuknya dan jika dilakukan perbuatan tersebut akan mendapat ganjaran 10 ke 700 kali pahala yang lebih banyak, sebaliknya jika manusia berniat melakukan dosa, tiada catatan dosa sehinggalah dilakukan dosa tersebut barulah dicatatkan sebagai satu dosa.

Diriwayatkan dari Ibn ‘Abbās r.a.: Nabi s.a.w pernah bersabda, ….Seandainya seseorang berniat melakukan perbuatan baik dan ia tidak melakukannya, maka Allah akan menuliskan untuknya satu kebaikan, dan seandainya ia berniat melakukan perbuatan baik dan melaksanakannya maka Allah akan menuliskan untuknya (pahala) sepuluh hingga tujuh ratus kali lebih banyak. Dan seandainya seseorang berniat melakukan perbuatan buruk dan ia tidak melaksanakannya, maka Allah akan menuliskannya sebagai satu kebaikan penuh; dan seandainya seseorang berniat melakukan perbuatan buruk dan melaksanakannya maka Allah akan menuliskannya sebagai satu dosa”.

Rujukan :  Al-Bukhārī (2000), Kitāb al-Ādab, Bāb - Sitri al-Mu’min ‘alā Nafsih , no. hadith 6069, h. 513.

Dalam kitab al-Ādab pula apabila melakukan dosa dianjurkan kepada Mukmin untuk menyembunyikan (merahsiakan) dosa yang pernah dilakukan seperti sabda Rasulullah s.a.w.:
Diriwayatkan dari Abū Hurairah r.a.: Aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda,”Semua dosa para pengikutku akan dimaafkan kecuali (dosa mereka yang disebut) mujahirin mereka yang melakukan dosa secara terang-terangan atau membuka (memberitahu) dosa yang pernah diperbuatnya kepada orang lain.

Perumpamaan orang yang membuka dosanya sendiri adalah seperti orang yang melakukan  dosa pada malam hari dan meskipun Allah telah menutupnya dari orang lain, pada pagi harinya ia berkata, ‘Wahai Fulan aku melakukan (dosa) ini dan itu tadi malam’. Ia telah menyingkapkan tirai  yang ditutupkan Allah untuk menyelubungi dosanya”.


~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

Subhanallah. Lihatlah para sahabat, betapa indahnya Islam. Sesungguhnya memang terbuktilah bahawa Allah itu Tuhan yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. :)
Di sini saya akhiri entri saya pada kali ini dengan sepotong mafhum hadis Rasulullah :

"Siapa yang berazam untuk melakukan kebaikan tetapi tidak membuatnya,maka Allah telah mengetahui bahawasanya hatinya sudah merasai (untuk melakukan kebaikan itu) dan sangat bersungguh-sungguh/semangat keatasnya (kebaikan tersebut),ditulis baginya 1 kebaikan. Dan Siapa yang berazam untuk melakukan kejahatan akan tetapi tidak melakukannya, tidak ditulis keatas dirinya(akan kejahatan itu), dan siapa yang melakukannya (kejahatan), akan ditulis keatas dirinya 1 kejahatan tanpa digandakannya (dosa). Dan siapa yang melakukan 1 kebaikan, baginya 10 kali ganda (pahala).
(HR at-Tirmizi & an-Nasa-ie)

Wallahu a'lam.  ^^

Monday, February 7, 2011

:: Diet Pemakanan Rasulullah ::

JENIS MAKANAN 

Rupanya tanpa kita sedari, dalam makanan yang kita makan sehari-hari, kita tak boleh sembarangan. Hal inilah penyebab terjadinya berbagai jenis penyakit seperti penyakit kencing manis, lumpuh, sakit jantung, keracunan makanan dan lain2 penyakit. Apabila anda telah mengetahui ilmu ini, tolonglah ajarkan kepada yg lainnya. Ini pun adalah diet junjungan besar kita juga, Rasullulah SAW. Ustaz Abdullah Mahmood mengungkapkan, Rasullulah tidak pernah sakit perut sepanjang hayatnya kerana baginda sangat pandai menjaga pemakanannya sehari-hari. InsyaAllah kalau kita mengikut diet Rasullullah ini, kita akan dipelihara oleh Allah daripada menderita sakit perut ataupun keracunan makanan.
 

  • Jangan makan SUSU bersama DAGING 
  • Jangan makan DAGING bersama IKAN 
  • Jangan makan IKAN bersama SUSU
  • Jangan makan AYAM bersama SUSU 
  • Jangan makan IKAN bersama TELUR
  • Jangan makan IKAN bersama DAUN SALAD 
  • Jangan makan SUSU bersama CUKA 
  • Jangan makan BUAH bersama SUSU CTH: KOKTEL 


CARA MAKAN 

  • Jangan makan buah setelah makan nasi, sebaliknya makanlah buah terlebih dahulu, baru makan nasi. 
  • Tidur 1 jam setelah makan tengahari. 
  • Jangan sesekali tinggal makan malam. Individu yang tidak makan malam, akan dimamah usia dan kolesterol dalam badan akan berganda. 

Rasulullah pernah mencegah kita makan ikan bersama susu, kerana ia mengundang penyakit.

Ini terbukti oleh ilmuwan yang menemukan bahwa dalam daging ayam mengandung ion+, sedangkan dalam ikan mengandung ion-, jika dalam makanan kita ayam bercampur dengan ikan maka akan terjadi reaksi biokimia yang akan merosakkan usus kita. Islam juga mengajar kita supaya menjaga kesihatan seperti mengamalkan:
 

1. Mandi pagi sebelum subuh, sekurang-kurangnya sejam sebelum matahari terbit. Air sejuk yang meresap kedalam badan dapat mengurangi penimbunan lemak.
2. Rasulullah mengamalkan minum segelas air sejuk (bukan air ais) setiap pagi. Mujarabnya Insya Allah jauh dari penyakit (susah mendapat sakit).
 
3. Waktu sembahyang subuh disunatkan kita bertafakur (iaitu sujud sekurang-kurangnya seminit setelah membaca doa). Kita akan terhindar daripada sakit kepala atau migrain. Ini terbukti oleh para ilmuwan yang membuat kajian tentang kepentingan sujud dalam sehari-harian. Ahli-ahli sains telah menemui beberapa milimeter ruang udara dalam saluran darah di kepala yang tidak dipenuhi darah. Dengan bersujud maka darah akan mengalir ke ruang tersebut.
 
4. Rasulullah juga mengajar kita supaya makan dengan tangan dan bila habis hendaklah menjilat jari. Begitu juga ahli saintis telah menemukan bahwa enzyme banyak terkandung di celah-celah jari, iaitu 10 kali ganda terdapat dalam air liur. (enzyme bertindak sebagai percerna makanan untuk proses penghadaman yang lebih efektif)

~ "Islam itu shumul.."

Saturday, January 15, 2011

:: Detik kewafatan Rasulullah.. ::

Tiba-tiba dari luar pintu rumah terdengar seseorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk dan berkata, “Maaflah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang memalingkan wajahnya lalu menutup pintu.

Kemudian Fatimah kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya kepada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”
“Tak tahulah ayahku, orang itu baru pertama kali aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap wajah puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia.
Dialah malaikatul maut,” kata Rasulullah. Lantas, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah bertanyakankan kepadanya, kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut roh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.



“Jibril, jelaskan apakah hakku nanti di hadapan Allah?” tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.


“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti kepulangan rohmu”
“Seluruh pintu syurga terbuka lebar menantikan kedatanganmu,” kata Jibril.
Namun pernyataan itu ternyata tidak dapat membuatkan Rasulullah lega, mata baginda masih tergambar raut kecemasan. “Apakah engkau tidak senang mendengar khabar ini?” tanya Jibril lagi.
“Khabarkan kepadaku bagaimanakah nasib umatku kelak?”
“Jangan khuatir, wahai Rasul Allah! Aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: “Kuharamkan syurga bagi sesiapa sahaja, kecuali setelah umat
Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan-lahan roh Rasulullah ditarik.

Kelihatan seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.”
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang berada disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

“Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?”
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal….” kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, dek sakit yang tidak tertahankan lagi.

“Ya Allah, dahsyatnya maut ini.. Engkau timpakanlah sahaja semua seksa maut ini kepadaku, jangan kepada umatku.”


Tubuh Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, lalu Ali segera mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis solati, wa maa malakat aimanukum”
(“Peliharalah solat dan peliharalah orang-orang yang lemah di antara kamu.”)


Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat-sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

“Ummatii,ummatii,ummatiii..” (“Umatku, umatku, umatku..”).
Dan, berakhirlah hidup seorang kekasih Allah yang membawa rahmat ke sekalian alam itu.


Kini persoalannya, mampukah kita mencintai Rasulullah seperti mana baginda mencintai kita?


Allahumma solli 'ala Muhammad..